Berita Terkini

Teroris Serang Mapolsek Tiga Polisi Tewas

Langkat (Bali Post) –
Markas Polsek Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (22/9) dini hari kemarin diserang teroris. Tiga polisi tewas dalam aksi penyerangan bersenjata tersebut.
Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri memastikan penyerangan bersenjata ke Markas Polsek Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, terkait dengan aksi terorisme dan tindak kriminal sebelumnya. ”Ini jaringan-jaringan yang ada kaitannya dengan pelatihan yang di Aceh kemarin, kemudian mereka mengeluarkan kegiatan berikutnya,” kata Kapolri.
Ia menjelaskan, aksi di Hamparan Perak adalah rangkaian dari aksi-aksi sebelumnya. Rangkaian kegiatan yang tidak terputus itu adalah kegiatan pelatihan teror di Aceh, kemudian rencana aksi teror di Bandung yang berhasil digagalkan oleh polisi.
Rangkaian berikutnya adalah penyediaan anggaran dan senjata oleh jaringan lain yang berada di Sumatera Utara. Kapolri menyatakan, kegiatan di Sumatera Utara juga sebagai persiapan untuk aksi-aksi teror berikutnya. ”Jadi, kegiatan mereka ini tidak terputus,” kata Bambang Hendarso Danuri.
Kapolri menjelaskan, penyerangan bersenjata di Mapolsek Hamparan Perak telah direncanakan dengan matang. Para penyerang sudah memiliki konsep yang pasti, yaitu melakukan pembunuhan. Kapolri juga menyatakan ada rencana penyerangan terhadap sejumlah pejabat, anggota TNI, serta anggota Polri yang bertugas di daerah terpencil.
Akibat penyerangan itu, tiga personel Polsek yang berada di wilayah hukum Polres KP3 Belawan tersebut tewas tertembak. Anggota Polri yang meninggal itu adalah Aiptu Baik Sinulingga, Aiptu Deto Sutejo, dan Bripka Riswandi. Saat ini, Polda Sumut memberlakukan status waspada tingkat tinggi terhadap keamanan di Kota Medan dan sekitarnya terkait penyerangan kelompok bersenjata tersebut.
Kapolda Sumut Irjen Polisi Oegroseno mengaku telah mengerahkan 200 personel Satuan Brimob untuk mengamankan seluruh Polsek di Medan dan sejumlah wilayah perbatasan, di samping juga mengerahkan tim untuk mengejar kelompok penyerang yang menewaskan tiga personel Polsek Hamparan Perak. (ant)Ada Kesamaan dengan
Penyerangan CIMB Niaga

Jakarta (Bali Post) –
Polri sudah mengetahui jenis senjata yang digunakan para pelaku penyerangan Markas Polisi Sektor (Polsek) Hamparan Perak di Kabupaten Deli Serdang, yang menewaskan tiga personel Polri. ”Berdasarkan olah tempat kejadian ditemukan 20 butir selongsong peluru diduga jenis AK-47, M-16 dan SS-1,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Iskandar Hasan, Rabu (22/9) kemarin.
”Saat ini dilakukan uji balistik untuk mengecek apakah ada kaitannya barang bukti tersebut dengan kasus perampokan di Bank CIMB Niaga di Medan,” kata Iskandar menambahkan.
Kadiv Humas mengatakan, berdasarkan hasil analisis di lapangan dan keterangan para saksi, termasuk tahanan yang ada di Mapolsek Hamparan Perak, diketahui bahwa para pelaku melakukan aksinya tanpa ada suara. ”Para pelaku melakukan aksinya tanpa banyak suara memperlihatkan kemungkinan ada kesamaan dengan aksi yang dilakukan pada penyerangan Bank CIMB Niaga,” kata Iskandar.
Jumlah penyerang menggunakan senjata api diperkirakan 10 orang memakai tutup muka berupa kain dan helm, dengan mengendarai empat unit sepeda motor dan satu unit mobil. (ant)

Anginkah yang Membelah Laut Merah Buat Nabi Musa A.S?

Washington, AS (ANTARA/Reuters) – Angin dari timur yang berhembus kencang dikabarkan membantu terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa seperti yang tertulis pada kitab suci agama Samawi, kata para ilmuwan Amerika Serikat, Selasa.

Simulasi komputer memperlihatkan bagaimana angin dapat menghempaskan air laut sehingga mencapai dasar lautan dan membentuk laguna, kata kelompok peneliti di Badan Nasional Penelitian Atmosfir dan Universitas Colorado di Boulder.

“Simulasi tersebut hampir cocok dengan bukti pada rombongan Musa,” kata pemimpin penelitian itu, Carl Drews dari NCAR.

Menurut Carl, berdasarkan ilmu fisika, angin dapat menghempaskan air menjadi sebuah jalur yang aman untuk dilintasi karena sifatnya yang luwes, kemudian kembali mengalir seperti semula.

Menurut tulisan dari kitab suci Islam maupun Kristen, Nabi Musa AS. memimpin umat Yahudi keluar dari Mesir atas kejaran Firaun pada 3.000 tahun yang lalu. Laut Merah saat itu terbelah sementara untuk membantu rombongan Musa melintas dan langsung menutup kembali, menenggelamkan para tentara Firaun.

Drews dan kelompoknya meneliti tentang angin topan yang berasal dari Samudera Pasifik menciptakan badai besar yang dapat menghempaskan air di laut dalam.

Kelompoknya menunjukkan kawasan selatan Laut Mediterania yang diduga menjadi tempat penyeberangan itu, dan memaparkan bentuk tanah yang berbeda karena terbentuk setelahnya serta memicu isu mengenai lautan yang terbelah.

Pemaparan tersebut membutuhkan bentuk tapal kuda Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini memperlihatkan angin berkecepatan sekitar 101 kilometer per jam yang berhembus selama 12 jam, dapat menghempaskan air pada kedalaman sekitar dua meter.

“Laguna itu memiliki panjang sejauh 3-4 kilometer dan lebar sejauh lima kilometer yang terbelah selama empat jam,” kata mereka di dalam Jurnal Perpustakaan Umum Ilmu Pengetahuan, PloS ONE.

“Masyarakat telah dibuat kagum atas cerita pembelahan laut itu, membayangkan bahwa hal itu terjadi secara nyata,” kata Drew menambahkan bahwa penelitian ini menjelaskan tentang pembelahan laut tersebut

berdasarkan hukum fisika.

Ngantuk, Pencuri Tertidur Pulas di Rumah Sasaran

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Maksud hati ingin mencuri, tetapi mata tak mau diajak kompromi!

Itulah yang terjadi di Malaysia, ketika satu keluarga terkejut saat pulang dan mendapati rumah mereka digasak pencuri, tetapi si pencuri malah tertidur di sofa sambil memeluk barang curiannya.

Pencuri itu tertidur dengan lelap, sedangkan jam tangan dan perhiasan bernilai 10.000 ringgit (3.220 dollar AS) ada di sekelilingnya. Sewaktu keluarga tersebut pulang ke rumah mereka di negara bagian Penang, Malaysia utara, tetapi pria itu berhasil melarikan diri saat polisi tiba.

Pencuri ini belakangan ditangkap oleh polisi tak jauh dari rumah yang dijadikan sasarannya setelah polisi melakukan pengejaran.

“Mereka kaget sewaktu mendapati ruang keluarga berantakan dan satu mobil milik tersangka diparkir di luar rumah,” kata Kepala Polisi Wilayah Georgetown, Gan Kong Meng, sebagaimana dikutip surat kabar The Star.

“Ketika istri pemilik rumah itu naik ke lantai atas untuk memeriksa kamar tidur, ia terkejut menemukan orang asing sedang tidur di kamar putranya,” kata Gan.

Ditambahkannya, keluarga itu segera menghubungi polisi. Polisi tak bisa dimintai komentar oleh AFP.

Gan mengatakan kepada harian New Straits Times, pencuri yang berusia 42 tahun tersebut diperiksa positif menggunakan narkotika dan menghadapi 14 dakwaan aksi kejahatan serta kasus yang berkaitan dengan obat-obatan.

Perampok CIMB Niaga Ditangkap

Jakarta (Bali Post) –
Kerja keras polisi mengungkap aksi perampokan CIMB Bank Niaga akhirnya membuahkan hasil. Polisi berhasil menangkap pelaku perampokan CIMB Bank Niaga di Medan, Sumut. Sementara sejumlah pelaku yang melakukan perlawanan terpaksa ditembak petugas.
Demikian infomrasi yang berhasil dikumpulkan Minggu (19/9) kemarin. Dari informasi yang belum dapat konfirmasi dari aparat kepolisian, bahwa tersangka perampok yang tewas sebanyak tiga orang. Sementara empat pelaku berhasil ditangkap hidup-hidup.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari pelaku. Di antaranya pistol dan senjata api laras panjang.
Para pelaku melakukan aksinya pada Agustus lalu. Seorang petugas Brimob tewas pada peristiwa itu dan ratusan juta uang digondolnya. (ant)

Pesawat Latih Jatuh, Dua Atlet Patah Tulang

Tangerang (Bali Post) –
Pesawat latih tipe Glider G-217 jatuh di Lapangan Golf Hole 12 Pertamina Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/9) kemarin. Dua atlet nasional terbang layang mengalami luka patah tulang.
Kapolsek Pamulang AKP Agus Widartono mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu dua awak pesawat yakni Rudi (34) sebagai instruktur pelatih dan Irfan (27) akan melakukan pendaratan. ”Tiba-tiba saja pesawat latih yang diterbangkannya gagal mendarat di Lapangan Udara milik PT Pelita Air Service, tetapi terjatuh di lapangan golf,” kata Agus Widartono.
Agus menambahkan, kecelakaan disebabkan karena pesawat terempas angin kencang sehingga gagal mendarat di lapangan udara. Akibat kejadian tersebut, dua awak pesawat mengalami luka serius. Rudi mengalami patah kaki kiri dan Irfan mengalami patah pinggang.
Landung Mitohardjo, warga yang sedang bermain golf menuturkan, sebelum jatuh, pesawat sempat berputar-putar seperti kehilangan kendali. Tidak lama kemudian, pesawat menabrak pohon dan terjatuh di lapangan golf. (ant)

WNA Dihipnotis WNA 1.000 Euro Amblas

Denpasar (Bali Post) –
Aksi kejahatan dengan modus ilmu hipnotis, akhir-akhir ini semakin marak. Dalam beberapa hari belakangan ini, banyak warga yang menjadi korban hipnotis. Tak hanya warga lokal, warga negara asing (WNA) pun kerap menjadi incaran pelaku. Kali ini, giliran turis Prancis bernama De Vito Jean Roger (42) yang mengalami tindak kejahatan seperti itu. Pelakunya, juga seorang WNA.

Korban mengaku seperti dihipnotis dan uang belasan juta rupiah miliknya dibawa kabur pelaku. Informasi di kepolisian menyebutkan, korban berkenalan dengan pelaku di kompleks Pertokoan Kuta Square, Kuta, Jumat (17/9) pukul 19.45 wita. Mereka ngobrol-ngobrol di TKP. Pelaku yang tidak dikenal itu, rupanya berniat jahat terhadap korban. Ia mulai mengeluarkan jurus mautnya dan mempengaruhi pikiran korban dengan ilmu hipnotis. Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku menguras harta bendanya.

Dugaan pelaku menggunakan ilmu hipnotis, terlihat dari korban menuruti perintah pelaku. Apa pun yang diperintahkan pelaku, korban mau saja. Diduga di bawah pengaruh ilmu hipnotis, korban memberikan pelaku uang sebanyak 1.000 euro. Jika dirupiahkan, nilainya sekitar Rp 11,5 juta. “Kuat dugaan korban dihipnotis. Sebab, korban tak sadar saat menuruti perintah pelaku,” terang salah satu petugas Polsek Kuta, Minggu (19/9) kemarin.

Begitu uang diberikan kepada pelaku dan pelaku kabur, korban baru sadar akan dirinya telah ditipu. Itu pun tatkala wajah pelaku sudah tidak terlihat di depan korban. Korban berupaya melakukan pencarian, namun hasilnya tetap nihil. Korban pun kemudian melaporkan kasus itu ke Polsek Kuta. Dalam laporannya, korban tidak mengetahui ciri-ciri pelaku. Sebab, ia baru kenal saat itu dan tidak begitu memperhatikan wajah si pelaku. “Korban tidak ingat wajah pelaku,” ungkapnya.

Kapolsek Kuta AKP I Gede Ganefo, S.H., M.H. ketika diminta konfirmasinya kemarin, membenarkan adanya laporan korban itu. Pihaknya masih menyelidiki kasus itu dan pasukan buser telah dikerahkan. Bahkan, untuk mengungkap kasus kejahatan dengan ilmu hipnotis itu, polisi sudah memeriksa beberapa saksi dan melakukan olah TKP. Sayangnya, belum ada titik terang, siapa pelaku hipnotis tersebut. “Masih kami selidiki kasusnya,” katanya singkat. (kmb21)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s