Bali News

Puting Beliung Terjang Ubud 18 Bangunan dan Empat Kendaraan Rusak

Gianyar (Bali Post) –
Puting beliung menerjang kawasan Kutuh Kaja, Ubud, Rabu (22/9) kemarin. Sedikitnya 18 rumah penduduk dan vila rusak. Selain itu empat kendaraan — dua mobil dan dua sepeda motor — juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon dan bangunan.

Peristiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 15.00 wita. Angin kencang disertai hujan lebat memporak-porandakan bangunan warga sekitar 20 menit. Akibatnya, ratusan warga setempat berlarian ke jalan karena takut tertimpa bangunan.

Pantauan di lokasi, dari belasan bangunan yang rusak, terparah dialami Vila Sugar milik Nyoman Sugirawan asal Kutuh Kelod. Vila itu merupakan kerja sama dengan warga Australia. Bangunan restoran di bagian atapnya roboh. Bahkan di saat robohnya atap restoran, empat WNA termasuk pemiliknya Mr. John terperangkap di bawah atap. Beruntung, tak terjadi korban jiwa. ”John hanya mengalami luka ringan pada tangannya,” ungkap karyawan Bar Vila Sugar, Kadek Sudiarta.

Selain bangunan, kerusakan juga menimpa kendaraan berupa mobil Feroza dan dua sepeda motor milik tamu yang parkir di sebelah utara restoran. Sebuah mobil Jazz milik warga juga mengalami kerusakan pada bagian kaca depan.

Klian Banjar Kutuh Kaja Made Teja menyebutkan, dari kerusakan yang diakibatkan oleh terjangan puting beliung, di samping terparah dialami oleh Vila Sugar, kerusakan juga terjadi pada belasan bangunan rumah milik warga sepanjang Kutuh Kaja. ”Kebanyakan yang rusak di bagian atapnya. Atap bangunan yang terbuat dari genteng beterbangan karena kencangnya terjangan angin. Warga saat ini sedang bergotong royong memperbaiki atap bangunan yang rusak,” jelasnya.

Pascaputing beliung warga dan petugas dari DKP dan TNI melakukan pembersihan di lokasi kejadian. Sejumlah kabel PLN yang rusak langsung dilakukan perbaikan oleh petugas, guna menghindari padamnya aliran listrik di wilayah Kutuh Kaja.

Diakui Bobol 20 Pura di Badung 14 Masih Misterius

Denpasar (Bali Post) –
Sejumlah tersangka kasus pencurian pratima telah ditangkap aparat kepolisian. Tak hanya penadah, polisi juga sudah membekuk beberapa pemetiknya. Kini, semua tersangka tengah meringkuk di sel tahanan sambil menunggu proses hukum selanjutnya. Tersangka mengakui telah membobol sedikitnya 20 pura di Badung.
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Ketut Soma Adnyana, Minggu (19/9) kemarin. Dari 20 pura yang teridentifikasi itu, empat di antaranya diakui tersangka I Gusti Komang Agung Suardika alias Mang Enok. Sementara tersangka Wayan Eka Putra dan Komang Pariana mengakui 16 TKP. Lokasi pura yang sempat dibobol tersangka itu tersebar di wilayah Mengwi, Blahkiuh dan tempat-tempat lainnya.
Soma Adnyana mengatakan, sejatinya ada 34 pura yang dilaporkan dibobol ke Polres Badung dan jajaran Polsek. ”Kalau kami lihat, masih ada 14 TKP yang belum teridentifikasi. Kami masih terus kembangkan kasusnya,” katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, tersangka Mang Enok yang dibekuk pasukan Reskrim Polres Badung beberapa waktu lalu, kini telah diserahkan ke Polda Bali, berikut barang bukti yang ditemukan. ”Tersangka Mang Enok kebanyakan beraksi di wilayah Badung. Sementara tersangka lainnya menjalankan aksi jahatnya menyebar,” ungkapnya.
Sebagaimana diberitakan, Polres Badung dan Polres Karangasem berlomba menangkap para pelaku yang terlibat dalam jaringan pencurian pratima. Mereka berhasil menangkap satu per satu tersangka. (kmb21)

Gung Aji Alami Kelainan,

Amlapura (Bali Post) –
Gembong komplotan maling pratima, Gusti Putu Oka Riadi alias Gung Aji Tabanan (54), ternyata memiliki kelainan seksual. Menurut dua anak buahnya, tersangka Wayan Eka Putra (20) dan Komang Pariana (25), Minggu (19/9) kemarin, mereka mengaku sering disuruh melayani pemuasan seksual pria asal Bakisan, Denbantas, Tabanan itu.

Mereka juga menyatakan Gung Aji merupakan sosok yang pemurah. Selain sering memberi uang, juga membelikannya sepeda motor. Sebuah sepeda motor yang kerap dipakai beraksi dan kini masih menjadi sitaan polisi sebagai barang bukti kejahatan, diakui Pariana, merupakan pemberian Gung Aji Tabanan.

Pariana yang seorang sopir truk galian C ini mengatakan, selain sepeda motor, ia juga diberikan bagian hasil kerja jahatnya antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu.

Prajuru Desa

Terkait dibekuknya anggota komplotan maling pratima itu, sejumlah prajuru desa berdatangan ke Polres Karangasem. Setelah Bendesa Pakraman Pesaban, Rendang, Minggu kemarin giliran prajuru Desa Pakraman Mambal, Badung, Wayan Narka datang ke Mapolres Karangasem. Narka juga didampingi Babinkamtibmas desanya, Aiptu Arya Sudiarta. Narka mengecek barang bukti yang disita polisi.

Narka menuturkan, pada November 2008, di Penataran Batur Ning kehilangan 50 bunga emas, lima buah prerai (pratima) dan bajra kuno. Namun setelah dicek ternyata belum ditemukan pratima milik Pura Pentaran Batur Ning.

Pahumas Polres Karangasem AKP IW Wirata seizin Kapolres, Minggu kemarin mengatakan, polisi masih berupaya mengembangkan penyelidikan. Harapannya, seluruh anggota komplotan maling pratima dapat dibekuk, dan semua barang bukti hasil kejahatan para pelaku bisa disita untuk nantinya usai pelaku diputus pengadilan, barang buktinya bisa dikembalikan kepada pemiliknya. (013)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s