ruang ber-AC ternyata….gan//…

. Salah satu penelitian yang dilakukan DR. Ichramsyah Azim Rachman SpOg dari FKUI/RSUPN-CM, adalah: Terus menerus berada dalam ruangan ber_AC dan kurang terkena sinar matahari, memudahkan seseorang terkena osteoporosis dikemudian hari.

Tapi agaknya penyakit tulang tak lebih mengancam dibanding bakteri legionella pneumophila, yang memang habitatnya adalah tempat-tempat lembab seperti sungai, danau, selokan dan AC terutama di bagian coolingtower.

Dari laporan Gloria Net tentang peristiwa 1976 disebuah hotel Philadelphia AS, ketika 182 karyawan mengalami pegal-pegal, flu,pusing,kejang otot,perut kembung, dan cepat lelah, kemudian 29 diantaranya meninggal dunia.

AC sumber malapetaka. Karena setelah diteliti, kasus itu disebabkan oleh bakteri legionella pneumophila. Biang ini penyebab infeksi pada saluran pernafasan. Penyakit ini disebut legionnaires disease. Penyakit yang nyaris tanpa gejala. Tapi bisa juga ditunjukkan dengan awalnya demam, menggigil,batuk kering dan dahak,ngilu otot,sakit kepala,lekas lelah,berkurangnya selera makan dan diare, hingga pneumonia. Pada taraf berat menyebabkan ginjal tidak berfungsi baik.

Kasus legionellosis muncul di AS terutama selama musim panas dan awal musim gugur. 5-20 Penderita meninggaal dunia. Sementara penyakit pernafasan lain yang AC kotor adalah pontiac fever,humidifier fever,dan hyper sensitivity pneumontitis dengan gejala sama seperti tersebut diatas.

Masa inkubasi penyakit ini sekitar 2-10 hari. Selalu penderita atau keluarganya menduga demam biasa. Baru penyakit berbahaya ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium melalui dahak dan urine.

Specialis paru dari RSPAD Gatot Subroto, Dr. Prajna Paramita,MD,FCCP juga menemukan kejang-kejang dan otot kaku disebabkan oleh hawa yang terlalu dingin dari AC yang mendatangkan perasaan cepat lelah,mengantuk,leher tegang,badan pegal-pegal dan tulang linu.

Dinginnya hawa AC, ujar pakar lain, Dr. Hendrawati Utomo, MS, juga bisa menyebabkan keringnya kulit. Untuk menghindari pecah-pecah akibat keringnya kulit anda yang kelewat sering berada dalam ruangan Ac disarankan menggunakan pelembab , juga sebaiknya banyak minum air putih supaya terhindar dari dehidrasi.

Tentang mengapa sering terjadi pusing yang tak jelas bila berada diruangan ber-AC adalah karena sirkulasi udara yang tidak baik, sehingga bertambah banyaknya CO2, karbon monoksida yang dikeluarkan orang untuk bernafas, hanya berputar-putar diruang tertutup lalu terjadilah pusing.

Perlu diingat bahwa AC tidak berfungsi sebagai ventilasi akan tetapi hanya berfungsi untuk mendinginkan dan melembabkan saja. Saat ini hampir semua AC sudah dilengkapi dengan filter udara untuk menyaring partikel-partikel kontaminan dalam udara. Partikel-partikel itu selanjutnya akan menempel pada permukaan filter udara dan ditambah dengan kelembaban yang cukup tinggi maka menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya jamur. Jamur dan partikel partikel tersebut ikut terpancar sesuai dengan sirkulasi udara dalam ruangan sehingga partikel itu akhirnya terhirup oleh orang yang ada diruangan tersebut. Dalam ruangan ber-AC berbagai penyakit mudah menular.misaal TBC.

RUANGAN BER-AC DAPAT SEBABKAN KELESUAN

Gizi.net – SINGAPURA–MIOL: Tidur dalam ruangan tertutup dengan pendingin udara (air-conditioner=AC) dapat menyebabkan kelesuan dan sakit kepala, demikian hasil studi yang dilakukan selama dua tahun mengenai kebiasaan tidur yang dikeluarkan pada Rabu (5/11).

Kecenderungan umumnya menutup rapat ruangan justru mencegah limbah energi yang dihasilkan dalam penambahan karbondioksida, menurut hasil studi yang diterbitkan oleh harian The Strait Times.

Dr Wong Nyuk Hien yang memimpin sebuah tim yang mempelajari kebiasaaan tidur dari 300 orang Singapura mengatakan, resep sederhana untuk menanggulangi hal tersebut yakni membiarkan jendela sedikit terbuka, terutama bagi unit pendingin udara yang terpisah. “Karena tidak ada udara segar yang masuk, maka engkau hanya akan bernapas dalam udara yang tidak bersirkulasi,” katanya.

Kelesuan dan kemungkinan menderita sakit kepala akan dialami pada hari berikutnya sebagai akibat penggunaan pendingin udara dalam ruangan tertutup.

Tidur dengan pendingin udara juga menyebabkan pernapasan terhambat dan tenggorokan kering pada pagi hari, selain kulit menjadi kering. (DPA/Ant/O-1)

UDARA LEMBAB KARENA PENGGUNAAN AC PICU GANGGUAN PARU-PARU

DARI semua kasus penyakit paru-paru tidak ada kaitan dengan kipas angin, seperti yang dipahami masyarakat saat ini. Penyakit paru-paru terjadi akibat kuman dan virus yang berkembang di ruangan yang tingkat kelembaban tinggi yang masuk melalui saluran pernapasan

SERING kita mendengar istilah paru-paru basah sehingga kita pun beranggapan paru-paru itu memang benar benar basah sehingga ada pemikiran perlu dikeringkan. Celakanya lagi, ternyata jenis penyakit ini dikaitkan dengan kipas angin listrik. “Ketika anak tidur, kipas anginnya jangan mengarah ke anak, nanti kena paru-paru basah,” begitu kata orang tua. Menurut dokter spesialis penyakit dalam RSMH Palembang, dr Zen Ahmad, SpPD (paru) kepada Sripo, Selasa (15/08 ) mengatakan antara kipas angin dengan penyakit paru-paru basah tidak ada hubungan samasekali. Bahkan pada dunia kedokteran, tidak dikenal istilah penyakit paru-paru basah. Hanya saja istilah awam ini dilakukan penyesuaian. “Mungkin saja paru-paru basah itu radang paru-paru sama dengan ada sebutan paru-paru kotor yang berarti TBC, begitu juga dengan paru-paru tenggelam yang berarti penumpukan cairan di efusi (rongga) pleura pada sisi paru-paru,” kata dr Zen Ahmad. Dari semua kasus penyakit paru-paru tidak ada kaitan dengan kipas angin, seperti yang dipahami masyarakat saat ini. Penyakit paru-paru terjadi akibat kondisi udara yang lembab seperti pada ruangan ber-AC. Akibatnya, sistem saluran pernapasan terganggu akibat kuman dan virus yang berkembang di ruangan yang tingkat kelembaban tinggi yang masuk melalui saluran pernapasan. Penderita asma sangat rentan dengan udara lembab. “Sebagai saran, sebaiknya jangan menjemur pakaian di dalam ruangan karena memicu terjadinya kelembaban udara. Dan seleksi penggunaan alas tidur,” katanya. Peradangan pleura di Indonesia paling sering disebabkan penyakit TBC. Radang di dalam paru-paru ini akan menembus pleura yang lalu menimbulkan cairan. Selain TBC, cairan bisa muncul bila paru-paru terkena bronkhitis, tumor, bahkan masalah di luar paru-paru, seperti demam berdarah, kekurangan albumin, dan lain-lain. Cairan muncul karena peradangan paru-paru mengganggu permeabilitas (keadaan zat yang memungkinkan lewatnya zat lain) pembuluh darah dan saluran getah bening di daerah tersebut sehingga cairan merembes masuk. “Perlu diingat, cairan tersebut bukan merupakan lendir dari saluran napas atas yang turun ke bawah, tetapi muncul karena peradangan,” katanya. Tingkat bahaya penyakit ini tergantung pada penyakit dasarnya. Bila disebabkan tumor atau kanker, maka sangat berbahaya. Sedangkan bila karena TBC, infeksi nonspesifik, kekurangan albumin, atau kuman demam berdarah, biasanya tidak terlalu serius. (sin)

Anak Asma Tidak Boleh Berada di Ruangan Ber-AC?

Oleh: Dr. Hardiono

Pendapat bahwa anak asma tidak boleh berada diruangan ber-AC itu tidak sepenuhnya benar. Dua penelitian menyatakan adanya perbaikan gejala asma dan pengurangan kebutuhan obat asma setelah pemakaian AC pada 40-75% subyek. Dua penelitian lainnya menyatakan bahwa pemakaian AC tidak mempengaruhi timbulnya gejala asma ataupun alergi.

Tetapi kok ada anak yang asmanya jadi sering kambuh setelah berada di ruangan ber-AC?

Sebetulnya yang berperan dalam terjadinya kekambuhan asma adalah adanya kontaminasi mikroba dan partikel-partikel polutan yang ikut terjebak di AC dan ikut dalam perputaran udara dalam ruangan tersebut. Perlu diingat bahwa AC tidak berfungsi sebagai ventilasi akan tetapi hanya berfungsi untuk mendinginkan dan melembabkan saja. Saat ini hampir semua AC sudah dilengkapi dengan filter udara untuk menyaring partikel-partikel kontaminan dalam udara. Partikel-partikel itu selanjutnya akan menempel pada permukaan filter udara dan ditambah dengan kelembaban yang cukup tinggi maka menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya jamur. Jamur dan partikel partikel tersebut ikut terpancar sesuai dengan sirkulasi udara dalam ruangan sehingga partikel itu akhirnya terhirup oleh orang yang ada diruangan tersebut. Bila partikel ini terhirup oleh orang yang mengidap asma maka asmanya dapat kambuh.

Bagaimana strategi penggunaan AC untuk anak asma?

Saat membeli AC pilihlah AC yang berkualitas, pilihlah AC yang memakai filter udara. Jangan hanya memilih berdasarkan harga saja.

Jangan lupa membersihkan untuk men-service AC anda sesuai dengan petunjuk pabrik.

Pada saat menghidupkan AC, tutup pintu dan jendela.

Rajin-rajinlah membersihkan filter udara pada AC anda.

Tips bagi Pemilik AC di rumah

AC penyejuk udara ruangan untuk rumah tangga, saat ini sudah menjadi barang yang seolah merupakan kebutuhan pokok bagi kelompok masyarakat tertentu. Terutama bagi mereka yang memang mampu secara ekonomi dan hidup di daerah panas.

Ada beberapa tips untuk lebih mengenal AC di rumah anda, terutama dalam hal pertinbangan akan efisiensi pemakaian, kesehatan dan keamanan bagi pengguna para penghuni rumah :

Semua jenis AC rumah tangga yang dijual di pasaran saat ini, dilengkapi remote-control dalam rangka kemudahan pengoperasiannya. Hal ini sering membuat para pengguna lupa. Ketika merasa gerah si pengguna seperti langsung merasa diingatkan agar menyalakan AC, tapi ketika dia sudah tidak di ruangan tersebut dan meninggalkannya dalam waktu lama, yang sering terjadi adalah lupa mematikannya. Hal ini selain bisa membuat mubazir, dimana unit AC menyala menggunakan energi listrik tapi tidak termanfaatkan, juga terdapat potensi bahaya, dimana AC menyala tanpa sesekali adanya perhatian dari pengguna. Walaupun AC sudah di-desain dari pabrik dengan pengamanan yang berlapis (terutama keamanan dari kejadian hubung singkat), bagaimana pun juga tetap dibutuhkan kewaspadaan dari pengguna akan kemungkinan perubahan yang terjadi pada AC. Entah itu perubahan suara, timbul bau, menjadi tidak dingin seperti biasanya, dsb. Karena kondisi awal perubahan ini bila dibiarkan bisa berpotensi akan kejadian hubung singkat yang sangat mungkin mengakibatkan kebakaran.

Fungsi AC adalah mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan udara dari ruangan dilewatkan pada media pendingin kemudian udara yang sama dihembuskan kembali ke ruangan, demikian seterusnya. Sehingga pada dasarnya, udara dingin yang terjadi adalah udara yang itu-itu juga dari ruangan tersebut. Trend teknologi AC rumah tangga sekarang banyak yang dilengkapi filter, ozonasi atau media pengikat bakteri. Tapi bagaimana pun juga kita sebaiknya tidak begitu saja mempercayai keefektifan perangkat kelengkapan AC tersebut dan mempertaruhkan kesehatan kita dan keluarga kita.

Paling tidak sehari sekali anda perlu mematikan AC ruangan tersebut barang satu-dua jam, dan membuka lebar-lebar pintu dan jendela agar terjadi pertukaran dengan udara luar.

Kemudian paling tidak sebulan sekali, anda perlu memeriksa dan membersihkan filter udara dan segala kelengkapan penyaring udara di dalam AC tersebut untuk selalu memastikan kondisi kerjanya.

Anda juga bisa meminimalisasi potensi gangguan kesehatan terhadap hal ini antara lain dengan cara seselektif mungkin dalam penggunaan AC. Misalnya bila dalam ruangan yang sama terdapat anggota keluarga yang sedang menderita sakit yang bisa ditularkan lewat udara, menurut saya akan lebih bijaksana bila untuk sementara tidak menggunakan AC.

Atau misalnya, anda perlu tegas mengendalikan perilaku anggota keluarga yang masih suka merokok di ruangan ber AC.

Saat anda menyapu, mengepel lantai, atau membersihkan perabot ruangan, sebaiknya juga anda harus mematikan AC ruangan tersebut atas pertimbangan kesehatan orang-orang di dalam ruangan tersebut.

Hal lain yang juga perlu perhatian adalah, di dalam unit AC terhadap zat media yang disirkulasikan untuk dimanfaatkan sebagai fungsi pendinginan, yang saat ini masih dominan memakai zat dengan nama Freon. Walaupun saat ini sudah beredar Freon jenis ramah lingkungan, tapi Freon lama yang kurang ramah lingkungan masih banyak disukai karena sifatnya yang efisien.

Zat Freon ini, tidak membahayakan lingkungan selama tidak terlepas ke udara alias instalasi AC tidak ada kebocoran. Oleh karena itu perlu kiranya, paling tidak setahun sekali anda perlu mengundang teknisi AC untuk sekedar memeriksa kebocoran Freon ini.

Indikasi terhadap kebocoran Freon juga mungkin sekali terjadi bila ruangan menjadi tidak sesejuk biasanya ketika AC dinyalakan.

Bila instalasi bocor, Freon yang terlepas di udara, bila masuk ke ruangan, jelas akan sangat membahayakan, karena zat Freon ini termasuk gas tidak tampak dan tidak berbau, tapi sangat beracun. Sedang bila terlepas ke udara bebas di luar, walaupun mungkin kontribusinya kecil, tetap secara kolektif, hal ini akan berdampak pada menipisnya lapisan ozon di atmosfir dan peningkatan efek rumah kaca.

Menipisnya lapisan ozon berdampak pada tidak tersaringnya sinar ultraviolet dari matahari yang berbahaya bagi kesehatan kulit. Sementara peningkatan efek rumah kaca, dapat mengakibatkan kenaikan suhu bumi secara global yang dapat mengganggu keteraturan iklim dunia.

AC di rumah anda memang diakui sangat bermanfaat. Tapi tanpa kepedulian dalam pengoperasian dan pemeliharaannya, AC yang sepertinya sederhana bisa mengancam keamanan dan kesehatan kita, keluarga kita dan mungkin anak cucu keturunan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s